Filsafat Pendidikan Islam; Studi Filosofis Atas Tujuan Dan Metode Pendidikan Islam

//Filsafat Pendidikan Islam; Studi Filosofis Atas Tujuan Dan Metode Pendidikan Islam

FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM; STUDI FILOSOFIS ATAS TUJUAN
DAN METODE PENDIDIKAN ISLAM
Jusua Barus, M.Pd
Dosen STAIS TebingTinggi Deli

ABSTRACT
Islamic view of human beings and life are formed by harmomy principle and the
combination of senses , mind , and hearts of the faithful. The third harmony is the
most fundamental epistemological base in Islamic philosophy .Thinking with full
comprehension is intended as an instrument or tool in conducting research based on the
epistemological framework. Thinking activity is regarded as a sacred duty in Islam, and
thinking is a tool to deliver a progressive life, which is formed by absorbing the values of
reality. The Islamic education should be a process that is able to produce “insan kamil”
to maximize his full potential . The methods of education should commonly reflect the
condition of integrative – interconnective that is capable to stimulate the development
of maximum potency.
Keywords :Philosophy, Objective, Method, Education, Muslim

A. PENDAHULUAN
Filsafat pendidikan Islam memperhatikan prinsip-prinsip dan konsepkonsep yang mendasari pendidikan dalam Islam. Tugas filsafat pendidikan adalah memonitori dan mengontrol basis-basis pendidikan. Dengan kata lain, filsafat bekerja di luar praktek pendidikan itu sendiri, bahkan di luar prinsip dan konsep yang dijadikan dasar pijakan bagi pelaksanaan pendidikan. Karena sesungguhnya lembaga pendidikan bukan berarti sesuatu yang hidup dalam menara gading dan mengasingkan diri dari kehidupan masyarakat, akan tetapi sesuatu yang hidup menyatu dengan masyar akat dan berbagai persoalannya. Filsafat pendidikan bekerja dalam rangka menganalisis, mengkritik, mendekonstruksi dan mendisintegrasi infrastruktur pendidikan yang ada, serta terus-menerus memproduksi
konsep-konsep baru atau menunjukkan apa yang semestinya dijadikan konsep. Dengan filsafat pendidikan maka dunia pendidikan selalu diupayakan untuk progresif, menjadi lebih baik dari waktu ke waktu, dan kontekstual dalam menjawab tuntutan zaman. Dengan demikian, filsafat pendidikan Islam melampaui hal-hal dan nilainilai yang
selalu bersifat absolut. Tidak ada konsep yang sakral atau prinsip yang abadi. Seiring berjalannya waktu, konsep dan prinsip yang menjadi landasan bagi pelaksanaan pendidikan selalu bisa dikritisi dan dievaluasi. Di level inilah filsafat pendidikan Islam bekerja. Atau dengan kata lain filsafat pendidikan Islam berfungsi sebagai norma pendidikan. Filsafat pendidikan Islam beroperasi di ruang-ruang pengetahuan Islam maupun esensi moralitas. Pengetahuan, sains, bahkan konsep moralitas adalah produk suatu zaman, dengan konteks dan spiritnya tersendiri. Filsafat pendidikan berupaya memahami spirit dan konteks tersebut, sehingga tidak ada yang tak tersentuh oleh filsafat. Karenanya, filsafat pendidikan Islam mampu masuk dalam ruang pengetahuan Islam itu sendiri. Filsafat
sangatlah dibutuhkan oleh dunia pendidikan. Pendidikan Islam memiliki keinginan yang kuat untuk mencetak manusia baru dan membangun kehidupan baru. Kebaruan selalu muncul dari proses panjang, kritik yang substansial, serta pemecahan yang solutif. Tanpa peranan signifikan dari kritisisme filsafat maka dunia pendidikan tak ubahnya rutinitas yang mengajarkan kejumudan kepada anak didik. Begitu pula sebaliknya, dunia pendidikan yang tidak mampu melahirkan outputoutput yang progress, maju dan baru merupakan indikasi bahwa filsafat tidak berperan. Demikianlah ‘garis kordinasi’ antara filsafat, pendidikan, dan tujuan pendidikan.

untuk membaca selengkapnya klik judul jurnal dibawah ini, full pdf..

Filsafat Pendidikan Islam; Studi Filosofis Atas Tujuan Dan Metode Pendidikan Islam

 

2020-08-25T13:38:29+00:00