Ide-Ide Kontroversi Jaringan Islam Liberal (JIL) Dalam Perspektif Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Tebing Tinggi Deli

//Ide-Ide Kontroversi Jaringan Islam Liberal (JIL) Dalam Perspektif Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Tebing Tinggi Deli

IDE-IDE KONTROVERSI JARINGAN ISLAM LIBERAL
(JIL) DALAM PERSPEKTIF MAHASISWA SEKOLAH
TINGGI AGAMA ISLAM TEBINGTINGGI DELI
Oleh:
Khairil Azman Ingah, MM
Dosen STAIS Tebingtinggi Deli

A. PENDAHULUAN
Kehadiran paham Islam Liberal dengan gagasan-gagasan keislaman yang baru tentu saja berbeda dengan pemahaman keislaman kaum fundamentalis telah melahirkan kontroversi yang sampai saat ini belum
kunjung usai. Tidak jarang forum diskusi antara kalangan fundamentalis dan liberal menjadi perdebatan yang saling sudut menyudutkan hingga menjadi dua kekuatan yang saling bermusuhan dalam menafsirkan Islam. Dalam
tataran, teoritis, memang telah menjadi standarisasi akan tingginya urgensi heteregonitas. Mengingat manusia yang lemah karena ketidakmampuannya dalam hal memenuhi kebutuhannya sendiri.  Kemudian apa yang terjadi dengan “Islam Liberal” khususnya di Indonesia. Adalah sebuah pertanyaan yang mendasar namun, cukup berarti
apabila dijadikan barometer akan terjadinya fragmentasi (sekte-sekte) dalam Islam itu sendiri. Katakanlah ada sekte atau mazhab Islam Syiah, Sunni, Ahmadiyah, dan bahkan “Islam Liberal” sekalipun. Meskipun keberadaan Jaringan Islam Liberal (JIL) di tengah-tengah kehidupan kita terus bermunculan, akan tetapi kehadirannya kurang mendapat respon positif dari sebagian besar kalangan masyarakat kita. Karena seringnya muncul anggapan bahwa Jaringan Islam Liberal (JIL) itu adalah salah satu aliran yang mengajarkan kesesatan dan keluar dari mainstream yang ada.
Akan tetapi, seiring dengan berjalannya waktu kesadaran di kalangan umat Islam beranggapan bahwa, agama Islam yang mereka anut merupakan arena pertandingan di mana di dalamnya terdapat sejumlah penafsiran yang
berbeda-beda walaupun secara siklus. Tetapi angin baru telah hadir dalam babak percaturan intelektual, kalau memang mau dikatakan demikian, inklusifisme, pluralisme agama bahkan multikulturalisme, sekulerisme yang
oleh kebanyakan orang dianggap idealisasi baru di tengah-tengah heterogenitas di Indonesia.

Untuk membaca versi lengkapnya dapat klik judul jurnal dibawah ini, full pdf..

Ide-Ide Kontroversi Jaringan Islam Liberal (JIL) Dalam Perspektif Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Tebing Tinggi Deli

2020-08-28T12:12:12+00:00