Perkembangan Kurikulum Di Lembaga Pendidikan Madrasah Sebagai Upaya Integrasi Keilmuan: Sebuah Tinjauan Historis

//Perkembangan Kurikulum Di Lembaga Pendidikan Madrasah Sebagai Upaya Integrasi Keilmuan: Sebuah Tinjauan Historis

PERKEMBANGAN KURIKULUM DI LEMBAGA PENDIDIKAN MADRASAH
SEBAGAI UPAYA INTEGRASI KEILMUAN
: SEBUAH TINJAUAN HISTORIS
Indah Dina Pratiwi, M.Pd.
Dosen STAIS Tebingtinggi Deli
dinapratiwiindah@gmail.com

ABSTRACT
Madrasa becomes a place or institution that is always identified with Islamic education.
An irony, when today’s society always identifies that the madrasa merely runs the
religious science curriculum, and overrides general science and / or science. Even
though in its historical period, there has been a real dichotomy of knowledge in the
Islamic world which resulted in the decline of Islamic education after the general
education curriculum was kicked from Islamic educational institutions around the 12-13th century AD.
In the study of Islamic education philosophy, the curriculum is identified with manhaj,
which is a clear path that must be passed so that the goal of Islamic education can be
achieved, which is to form a perfect human being. For this reason, it is imperative that
Islamic educational institutions must transform with the current developments. Likewise,
madrasa educational institutions. The curriculum in madrasas must be able to integrate
the religious sciences with modern science.
Keyword: Curriculum Development, Madrasah, integration of science

A. PENDAHULUAN
Menelusuri perkembangan kurikulum dari sisi sejarahnya adalah hal yang menarik. Hal ini dikarenakan kurikulum tidak hanya sebagai sistem dan rencana melainkan sekaligus sebagai ilmu yang memiliki peranan penting dalam memajukan  pendidikan suatu bangsa. Sebagaimana Dakir, menyatakan kurikulum diharapkan bisa menampung aspirasi semua pihak, karenanya wajar saja perkembangan dan pengembangannya selalu diharapkan bersifat antisipatif, adaptif, dan aplikatif di setiap wahana atau lembaga tempat kurikulum tersebut diberlakukan.1
Di sisi lain, ketika membicarakan mengenai lembaga pendidikan islam di Indonesia, sekurangnya ada tiga lembaga yang biasanya diidentikkan sebagai lembaga pendidikan islam sebagai tempat kurikulum diberlakukan, yaitu madrasah, pesantren, dan sekolah milik organisasi keislaman dalam setiap jenis dan jenjang yang ada.2
Kecendrungan untuk menyusun identifikasi semacam itu, mengutip rumusan Depag RI bahwa dasarnya lebih bersifat realitas historis atau realitas sejarah, yang mana ketiganya di masa lalu pernah menyatukan diri dalam satu barisan yang menentang sistem pendidikan kolonial, dan sama-sama berangkat dari dan untuk kepentingan islam dalam arti yang seluas-luasnya.3

Untuk membaca lengkap jurnal ilmiah klik link dibawah ini, full pdf..

Perkembangan Kurikulum Di Lembaga Pendidikan Madrasah Sebagai Upaya Integrasi Keilmuan: Sebuah Tinjauan Historis

2020-09-09T10:17:11+00:00

Contact Info

JL. T. Imam Bonjol, No. 16-A, Kota Tebing Tinggi, Tambangan Hulu, Padang Hilir, Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara 20998

Phone: (0621) 326545

Fax: -

Web: staistebingtinggideli.ac.id

Berita